Saturday, August 1, 2020

Pengertian Animasi

Tugas Softskill Pengantar Animasi dan Desain Grafis 1.1

Pengertian Animasi

Animasi adalah gambar bergerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar tersebut dapat berupa gambar makhluk hidup, benda mati, ataupun tulisan.

Animasi berasal dari bahasa inggris yaitu animate yang artinya menghidupkan, memberi jiwa dan menggerakan benda mati. Animasi merupakan proses membuat objek yang asalnya objek mati, kemudian disusun dalam posisi yang berbeda seolah menjadi hidup. Di dalam animasi ada dua objek penting, yaitu ojek atau gambar dan alur gerak.

Perbedaan Animasi 2D dan 3D

Animasi 2D

Animasi jenis ini juga biasa disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu.

Contohnya adalah : Doraemon, Spongebob, Tom & Jerry

Animasi 3D

Animasi 3 dimensi adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya.

Contohnya Upin Ipin, Tayo, Toy Story, Monster Inc, sampai Finding Nemo. Perbedaan nya dengan visual yang jika kita bandingkan dengan animasi 2D. Semua dapat juga kita sebut dengan animasi 3D atau Computer Generated Imagery (CGI).

Monday, April 15, 2019

Faishal Eko Subroto Future Plan

MY FUTURE PLAN

Hello my nam,e is faishal eko subroto now i already studying in Gunadaerma University, when i was kid i always have a dream to be a pilot one day, and then day by day, time by time. i was change my dream to be a influencer and creative preneur, my hobby is photography, and i just try to share my photo object to my instagram, and sharing to my instagram followers,. I have a photography instagram account, the name is artown02.

artown02 make me be a better man, from artown02 and then now many invitation to me, first invitation from PEMPROV DKI to join the first impression about MRT, and after that the Pemprove DKI invite me again to join with another content creator on ICCS Indonesia Content Creator Summit, and Mr.Anies Baswedan as special guest in opening ceremony.

After another invitation i believe the social media can bring me to the bright future, and after this i will try to create my bussiness account and i want to be a creative preneur, that is my plan.

THANK YOU

Friday, April 5, 2019

Situs Kencan Online Rawan Kejahatan Siber

Situs Kencan Online Rawan Kejahatan Siber


Jakarta – Penelitian terbaru dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa “berbagi” data secara berlebihan di situs kencan online dapat berujung pada hal yang mungkin tidak disangka-sangka. Hal itu tidak hanya membuka kesempatan untuk mendapatkan pasangan, tetapi juga dapat membuka pintu bagi para penipu dan penjahat siber.
Penelitian Kaspersky sendiri menemukan masih ada pengguna layanan kencan online yang rela membagikan informasi pribadi dan sensitif tanpa berpikir dua kali, dan bahkan banyak pula yang sengaja mempublikasikannya di profilnya.
Kaspersky mengungkapkan dari sepuluh pengguna engguna situs kencan online (13%) mengakui bahwa telah berbagi data pribadi guna memulai pembicaraan sehingga menempatkan dirinya pada situasi yang berisiko.
“Pengguna perlu berhati-hati dalam hal membagikan hal-hal yang menyangkut diri mereka di profil publik atau pada pasangan yang potensial – atau bahkan hal yang lebih jauh lagi,” kata Head of Consumer Business di Kaspersky Lab, Andrei Mochola di Jakarta, Selasa, 14 November 2017.
Hal ini mungkin tampak tidak berbahaya dan merupakan cara untuk mendapatkan pasangan dengan lebih cepat. Apa lagi, lanjut Andrei, seperempat pengguna (25%) mengaku berbagi nama lengkap mereka secara terbuka di profil.
Selain itu satu dari sepuluh bahkan berbagi alamat rumah dan rincian tentang pekerjaan mereka atau bertukar rahasia dengan cara ini, bahkan di proporsi yang sama ada juga yang berbagi foto telanjang diri mereka di profil, memperlihatkan lebih dari yang mereka sadari.
Pengguna bahkan cenderung memberikan informasi pribadi tersebut kepada mereka yang ‘cocok’ dengan mereka di dunia kencan online – 16% memberikan rincian pribadi ke pasangan yang ‘cocok’ tersebut, dengan satu dari sepuluh melakukannya hanya dalam hitungan beberapa menit setelah berkenalan.
Selain itu, 15% mengatakan kepada orang-orang ini hal-hal yang memalukan tentang diri mereka sendiri dan 14% memberikan foto-foto pribadi atau foto diri mereka sendiri kepada pasangan yang ‘cocok’.
Padahal jika jatuh ke tangan yang salah, informasi ini dapat digunakan untuk mengeksploitasi pengguna dengan cara mengakses akun dan perangkat mereka, atau bahkan untuk tujuan pemerasan dimana penjahat siber menuntut uang dari korban mereka.
Di samping kebutuhan untuk berbagi begitu banyak informasi, sebagai pengguna internet yang aktif, orang-orang yang melakukan kencan online kemungkinan untuk terkena ancaman siber lebih sering.
Penelitian menunjukkan bahwa 41% individu yang menggunakan kencan online mengalami beberapa bentuk insiden keamanan TI, seperti perangkat atau akun mereka diretas, atau ditargetkan oleh ransomware, dibandingkan dengan 20% orang yang tidak melakukan kencanonline. Oleh karena itu, mereka lebih rentan dan rentan diserang.
Hal ini berujung pada keprihatinan – pengguna kencan online semakin merasa khawatir akan keselamatan mereka saat melakukan kencan online. Bahkan 63% dari mereka merasa khawatir terhadap perangkat yang mereka gunakan untuk kencan online terinfeksi dan 61% khawatir tentang data-data mereka dicuri atau bocor dari aplikasi kencan atau layanan itu sendiri.
Yang mengejutkan sebanyak 55% pengguna mengalami beberapa bentuk ancaman atau masalah saat melakukan kencan online mulai dari ancaman online hingga offline.
Namun, terlepas dari semua ini, masih sedikitnya pengguna situs kencan online yang menggunakan metode sederhana untuk melindungi diri mereka sendiri, hanya 21% yang tidak mengizinkan aplikasi kencan untuk mengakses data-data di perangkat mereka dan hanya 27% menggunakan solusi keamanan atau antivirus. 
SOLUSI   :   
Dalam setiap melakukan kegiatan di sosial media ada baiknya kita berfikir dahulu sebelum melakukan apa yang akan kita perbuat "Menggunakan situs kencan online" dan apa dampak yang akan berimbas kepada kita, karena jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan akan sangat rugi untuk kita dan bahkan bisa jadi hal yang buruk, jadi sebelum kita melakukan kegiatan social media yang ingin kita gunakan, ada baiknya kita berfikir sebelum melakukan nya dan pastikan aplikasi yang kita gunakan aman dari kejahatan cyber juga.
Lalu lindungilah gadget atau perangkat lain yang ada, baik itu perlindungan untuk akses atau perlindungan terhadap data. Sehingga, orang lain nggak sewenang-wenang menggunakan dan melakukan hal-hal yang nggak kita sukai.

Wednesday, March 20, 2019

FAISHAL EKO ENGLISH EXPERIENCE STORY


              Hello my name is Faishal Eko Subroto i want to tell my expererience  about learning english, i start learn english when im in elementary school, i start learning english from the basic from introduce my self, learn about number, and object name, from here i like to learn english, and i ask to my friend “do you like to learn english?” and my friend say “yess im little bit like” and then when the last exam start i study hard before english exam, after exam i had a perfect score! Yaap!! 100!

                And then continue when im in junior high school, from here, i start to learn english with medium level maybe, its too different when im in elementary school i think this english little bit hard than english when im in elementary school. My father took me to the english course LIA. After that il try study hard before the last exam in junior high school and then after exam i had not perfect score, it just 80, not better, but its fine.

                And after a long time holiday, i was in senior high school, from here i had more bad score in my exercise, but i still love learning english. When i start last exam i stuck and the end i just had a bad scrore 60.

                I dont care if i have a bad exam score in my senior high school last exam, i still love english leanguage. From here, i just make a conversation practice with my friend with my mother or with my girlfriend, for making a good english conversation skill. I practice more from watching a movie, listening to music, but watching a holywood movie are better for me, for practice english conversation.

When i was a college student, i still love doing a english conversation with my friend with my mother and with my girlfriend.

                                                  Thank You.

Friday, November 9, 2018

USECASE dan CLASS DIAGRAM

Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Di Rumah Sakit UML

Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Di RumahSakit



PENGERTIAN UML (Unfied Modelling Language)

    UML (Unified Modeling Language) adalah tujuan umum, perkembangan, bahasa pemodelan dibidang rekayasa perangkat lunak, yang dimaksudkan untuk menyediakan cara standar untuk memvisualisasikan desain sistem.


JENIS-JENIS UML YANG SAYA GUNAKAN UNTUK PELAYANAN PENDAFTARAN PASIEN DI RUMAHSAKIT.

1. USE CASE DIAGRAM PEMBUATAN KRS 




Pada proses dasar  UML-Use Case diagram Pemeriksaan Rawat jalan terdapat enam proses utama yaitu registrasi yang dilakukan oleh actor pasien dan petugas, menentukan poli yang dilakukan oleh actor pasien dan petugas, pemeriksaan awal yang dilakukan oleh actor perawat dan pasien, pemeriksaan yang dilakukan oleh actor dokter dan pasien, memberikan resep yang dilakukan oleh actor dokter, dan pembayaran yang dilakukan actor pasien dan petugas. Pada use case pemeriksaan menginclude use case menentukan poli disini dimaksudkan bahwa pasien yang melakukan pemeriksaan awal telah menentukan poli mana yang dituju.Sedangkan pada use case menentukan poli menginclude use case registrasi disini dimaksudkan bahwa pasien yang melakukan penentuan poli harus terdaftar sebagai anggota rumah sakit. Dan terdapat use case tambahan ronsen yang mengextends use case pemeriksaan , disini terjadi apabila pemeriksaan membutuhkan ronsen.



2. CLASS DIAGRAM




Jika diurutkan mulai dari awal pasien berkunjung ke rumah sakit adalah sebagai berikut.
1.     Ketika pasien berkunjung dan mendatangi resepsionis rumah sakit akan ditanyakan sudah menjadi member atau belum.
2.     Jika tidak, pasien akan diminta data diri seperti attribute yang pada pada entitas Pasien. Jika member langsung memasukan jenis dokter yang diinginkan.
3.     Setelah melewati tahap data pasien melanjutkan mengisi entitas kunjungan, dimana terdapat 2 entitas yang dapat muncul setelah adanya data pada entitas kunjungan, yaitu : riwayat penyakit yang merupakan dihasilkan dari kunjungan dan penyakit-penyakit yang ada pada riwayat penyakit tentunya sudah dimasukkan terlebih dahulu pada entitas penyakit.
4.     Kemudian pasien akan berkunjun untuk berobat / check up ke dokter yang tercantum pada data kunjungan.
5.     Setelah berkunjung maka, dokter dapat memberikan resep kepada pasien yang akan dimasukkan ke entitas resep dan memiliki relasi pada entitas kunjungan agar dapat terhubung.



Referensi :
https://tulisanlily.wordpress.com/2013/12/18/activity-diagram-rumah-sakit/
http://jenniyuslauw.blogspot.com/2014/10/uml-class-diagram.html

Wednesday, October 17, 2018

Analisis Risiko

Analisis Risiko

Analisis risiko adalah sebuah teknik untuk mengidentifikasi dan menilai faktor-faktor yang dapat membahayakan keberhasilan sebuah bisnis, program, proyek, atau individu untuk mencapai tujuan. Teknik ini juga membantu menentukan tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan faktor itu terjadi dan mengidentifikasi tindakan yang berhasil menangani kendala-kendala yang berkembang.
Analisis risiko merupakan bagian dari manajemen risiko, yang terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut
· Identifikasi kemungkinan kondisi, peristiwa, atau situasi negatif eksternal dan internal
· Penentuan hubungan sebab-akibat antara peluang kejadian, skalanya, dan kemungkinan dampaknya
· Evaluasi berbagai dampak di bawah asumsi dan probabilitas yang berbeda
· Penerapan teknik kualitatif dan kuantitatif untuk mengurangi ketidakpastian dari dampak dan biaya, kewajiban, atau kerugian.


Analisis Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen dan kebijakan yang berkaitan dengan risiko tersebut. Tahapan kegiatan analisis risiko antara lain meliputi: identifikasi hazard, proyeksi risiko, penilaian risiko, dan manajemen risiko. Penilaian risiko dapat dilakukan secara kuantitatif atau kualitatif.

1. Identifikasi Hazard
Dalam aktivitas identifikasi, maka informasi yang akan didapatkan adalah tipe hazard dan magnitude hazard.








2. Proyeksi Risiko
Proyeksi atau estimasi risiko dilakukan untuk me-rating risiko berdasarkan kecenderungan bahwa risiko tersebut akan menjadi kenyataan dan segala konsekuensi dari masalah yang berhubungan dengan risiko tersebut. Proyeksi risiko merupakan komponen utama dalam tahap penilaian risiko.
Tahap ini meliputi: penetapan skala yg merefleksikan persepsi kecenderungan suatu risiko (skala dapat bersifat kualitatif ataupun kuantitatif), menggambarkan konsekuensi dari risiko, menetapkan dampak dari risiko, dan ketepatan secara menyeluruh dari proyeksi risiko.

3. Penilaian Risiko
Risiko diberi bobot berdasarkan persepsi dampak dan prioritas. Dampak merupakan fungsi dari 3 faktor yaitu:
· Kecenderungan akan terjadinya kejadian.
· Lingkup risiko, merupakan kombinasi tingkat keparahan dan jangkauan distribusi risiko.
· Waktu dan lamanya dampak dirasakan.
· 
4. Teknik Penilaian Risiko
Teknik penilaian risiko dapat dilakukan secara kualitatif atau kuantitatif.
Karakteristik penilaian kualitatif meliputi tipe efek kesehatan, estimasi frekuensi pemajanan (harian, mingguan, bulanan), lokasi hazard dalam hubungannya dengan tempat kerja. Sedangkan karakteristik penilaian kuantitatif meliputi data pengukuran pemajanan, konsentrasi zat, angka kesakitan/kematian, modeling analisis konsekuensi dari pemajanan terhadap hazard dan modeling frekuensi pemajanan.

Penilaian Kuantitatif Risiko
Kuantifikasi terhadap suatu risiko akan sangat tergantung pada kondisi nature hazard, kemudahan utk diukur (measurable) dan adanya suatu standar yg dipakai. Untuk mengkuantifikasi risiko, ketiga komponen risiko (frekuensi, probabilitas dan hasil jadi atau outcome) harus bisa diekspresikan secara matematika (modeling). Modeling merupakan teknik untuk melihat pola kejadian.
Frekuensi dapat diekspresikan dengan menggunakan data riwayat pemajanan atau incident record. Probabilitas dapat dibuat skala dengan rentang nilai ( 0 < P < 1 ). Hasil jadi (outcome) atau konsekuensi dari hasil pemajanan terhadap suatu hazard dapat diukur sebagai berikut: jumlah kasus kematian atau cedera, kasus sakit serius dan biaya kerusakan (lost cost). Kelemahan penilaian risiko kuantitatif, antara lain sifatnya sangat natur sehingga tidak memperhatikan persepsi dan perlakuan terhadap hazard.
Hal lain yang dapat dilakukan secara kuantifikasi, misalnya untuk modeling kebakaran (fire and explosion). Penilaian kuantitatif risiko ini pada umumnya sangat aplikatif untuk chemical atau process engineers. Contoh penilaian kuantitatif, misalnya penentuan LD50 dan LC50. Keduanya adalah modeling utk penilaian lethal dose dan lethal concentration dengan pengukuran durasi pemajanan, konsentrasi atau dosis hazard dan hasil jadi (kematian).

Penilaian Kualitatif Risiko
Metode penilaian risiko secara kualitatif terkesan subjektif dan memberi peluang multiinterpretasi dan debat. Persepsi risiko bisa bervariasi untuk setiap orang. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan

Fine’s Risk Score
Fine’s risk score adalah model untuk melakukan penilaian risiko dengan formula sbb: Risiko adalah hasil pengalian faktor-faktor yang terdiri dari: konsekuensi x faktor exposure x faktor probabilitas (R = C x E x P).
Ketiga faktor tersebut diklasifikasikan dalam beberapa kelas dan diberi rating.  Hasil perhitungan risiko (risk score) dapat dipergunakan untuk memperkirakan kejadian, mengalokasikan resources dan mengontrol hazard. Maka apabila sudah dapat men-score risiko, dapat dilakukan kalkulasi biaya untuk intervensi.







FACTOR
CLASSIFICATION
RATING
1. Consequence
Catastrophe, numerous facilities
100

Multiple facilities
50

Fatality
25

Extremely serious injury
15

Disabling injury
5

Minor cuts, bruises, bumps
1



2. Exposure
Hazard event occurs:


Continuously
10

Frequently
6

Occasionally
3

Unusually
2

Rarely
1

Remotely
0,5



3. Probability
Complete accident sequence:


Is the most likely and expected result
10

Is quite possible, not unusual
6

Would be an unusual sequence
3

Remotely possible
1

Has never happened after many years of exposure, but conceivably possible
0,5

Practically impossible
0,1
Beberapa keterbatasan model ini antara lain:
· Data bukan merupakan data konkret, tetapi berupa data estimasi,
· Potensi personal bias dan pengalaman akan mempengaruhi hasil akhir, dan
· Risk score hanya dipergunakan sbg baseline level dari risiko tidak didifinisikan sbg safe atau unsafe.







TTC Hazard Rating System
TTC hazard rating system mempergunakan huruf alfabet untuk me-ranking risiko.
Kriteria level: severity, probabilitas dan biaya untuk intervensi
Model ini berguna untuk komparasi penilaian risiko dari berbagai hazard dan bermanfaat utk membuat list prioritas untuk kebijakan pengendalian hazard.
CRITERIA
LEVEL
CODE
A
B
C
D
Severity
Fatality
Serious/
Lost Time Injury
First aid injury,
no time
Injury not likely no measureable impact
Probability
One or more time each working day
At least once each week
At least once each month
less than once each month
Cost of Corrective Action
Less than $1 K or no cost
$ 1 K to       $ 10 K
$ 10 K to  $ 25 K
$ 25 K or more, no practical Solution

FLAME Model
FLAME Model merupakan kelanjutan dari Fine’s risk score dan TTC Hazard Rating system.
FLAME menghitung nilai risiko dengan mengkombinasikan beberapa variabel: Frekuensi dari proses, kecenderungan timbulnya hazard, antisipasi kerugian, misi dampak, karyawan/sistem yang terpajan.
Model risiko : R = log x, dimana x = F x L x A x M x E
F = Frekuensi             score: 1 – 100
L = Kecenderungan    score: 1 – 100
A = Antisipasi kerugian score: 1 – 100
M = Misi dampak        score: 1 – 100
E = Karyawan yang terpajan
Very high risk  score: 8
High risk          score: 6 — 7,99
Substansial risk score: 4 —5,99
Possible risk    score: 2 — 3,99
Doubtful risk   score: < 2,00

REFERENSI
http://soemarno.multiply.com/analisis risiko

Tjandra Yoga Aditama & Tri Hastuti (Ed.).  2002. Kesehatan dan Keselamatan Kerja.Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia



Pengertian Desain Komunikasi Visual

 Desain Komunikasi Visual Pengertian Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa komunikasi visual berupa pengol...